Jumat, 20 Mei 2011

Profil Yoyoh Yusroh, S.Pdi

Sosoknya memang sangat sederhana dan bersahaja, keberadaannya telah memberi nuansa baru di ruang rapat Komisi VIII DPR. dia merupakan salah satu dari ke-4 orang pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya,keberadaannya DPR merupakan suatu amanah yang sangat berat.

"kedudukan saya di DPR adalah merupakan amanah, prinsip kami di DPR bukan sekedar untuk kepentingan pribadi, namun keberadaan di DPR untuk berkontribusi melalui anggaran, legislasi aturan supervisi dan DPR juga kita jadikan suatu mimbar da wah dan sebuah universitas untuk menimbah ilmu,"kata ibu dari 13 orang putra/putri ini.

Yoyoh Yusro merupakan perempuan yang sangat getol berorganisasi bahkan semenjak masih remaja, dirinya sudah aktif mengikuti organisasi seperti pelajar islam Indonesia, tahun 1980an, bahkan juga pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Menurut Yoyoh keaktifannya di sejumlah organisasi dan LSM dilakukan semata-mata untuk menegakkan amar ma ruf nahi munkar.

"hal yang terpenting untuk menegakkan amar ma ruf ini adalah dengan memberikan contoh secara nyata serta melakukan pendekatan secara persuaif sehingga tidak menimbulkan rasa antipati dari orang lain,"paparnya.

disamping amar ma ruf nahi munkar,mengenai money politikpun dirinya tidak bergeming. "waktu itu saya kunker ke Jabar guna meninjau proyek-proyek pemerintah yang terkait dengan Komisi VIII. mereka saat presentasi mengatakan kekurangan dana. tetapi pulangnya mereka mengajak makan di tempat yang sangat representatif. dan di bandara kita diberi amplop. Saya tanya ini untuk apa, Pak? dia bilang sebagai tanda cinta karena biu sudah meluangkan waktu menengok proyek kami. langsung saya jawab lo, katanya bapak kekurangan dana tetapi kok masih memberikan kepada kami. Kami ini sudah berkecukupan, pak. akhirnya setelah berdebat cukup lama. uang itu saya sumbangkan kembali ke lembaga mereka dan saya minta kwitansi agar tidak terjadi kesalahpahaman,"kata Yoyoh.

Yoyoh mengatakan menjadi suatu suara yang minor memang sangat berat, namun menurutnya bagaimana cara kita mengkomunikasikan dengan teman-teman lainnya, bukankah kita ingin menjadikan DPR menjadi suatu lembaga yang bersih dan benar-benar pembela rakyat. "jadi menurut saya harus kita mulai dari masing-masing anggota bahwa kita tidak hanya dipantau oleh konstituen tapi juga oleh yang diatas-sang pencipta dengan pemikiran seperti ini kita bisa menjadi lebih bertanggung jawab,"tandasnya.


Komunikasi dialogis

Perempuan yang memiliki 13 orang putra/putri ini, mengatakan mendidik anak itu harus dengan metode yang tepat karena masing-masing anak memiliki banyak keistimewaan masing-masing. Yoyoh menuturkan dirinya menggunakan metode komunikasi dialogis untuk mengembangkan dan menumbuhkan potensi dari masing-masing anak. "saya akan berusaha menjelaskan kesibukkan saya dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti, jika mereka bertanya ngapain saja sih Ummi keluar rumah terus? saya jawab bahwa saya mmengajak mereka berda wah, mengajak mereka solat, berbuat baik dan mengajak mereka supaya tidak berantem,"katanya.

permasalahan prinsip pendelegasian tugas kepada anak juga menjadi perhatian yang besar dari seorang Yoyoh Yusro. "anak pertama bertugas ke anak nomor 5, anak nomor 2 bertanggung jawab pada anak no.6, anak nomor 3 bertanggung jawab pada anak no.7 demikian seterusnya,"kata Yoyoh.

Ketegasan juga menjadi prinsip utama kunci keberhasilan dalam mendidik anak. "kalau Ramadhan saya tegas katakan, TV off, saya lebih suka mereka naik sepeda sampai berkeringat daripada duduk diam didepan TV. saya mengikuti cara sahabat nabi dalam mendidik anaknya, jadi waktu ramadhan adalah waktu untuk berkonsentrasi kepada Al-qur an,"tegas Yoyoh, disamping itu, Yoyoh juga menerapkan prinsip keterbukaan antara orangtua maupun anak-anak.

Biodata :

Tempat Lahir: Tangerang

Tgl Lahir: 14-11-1962

Agama: Islam

Riwayat Pendidikan:

1. STAI AlQudwah
2. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1982
3. PGAN Atas Pondok Pinang Jakarta, tahun 1979
4. PGAN Pertama Tangerang, tahun 1979
5. SDN Jurumudi II, tahun 1972

Riwayat Pekerjaan:

1. Guru agama SMU Bahagia tahun 1983-1984
2. Wakil Direktur Taman Qur an Robbi Rodhiyya tahun 1989-1991
3. Dosen Lembaga Studi Islam Al Hikmah tahun 1991-1997
4. Dosen Institut Pemberdayaan Perempuan (IPP) tahun 2001
5. Dosen Pendidikan Guru TK Islam Nurul Fikri tahun 2003
6. Pembimbing Utama biro Perjalanan Haji PT Madani tahun 2002-sekarang
7. anggota DPR/MPR RI tahun 1999-2004, Komisi VII
8. anggota DPR/MPR RI tahun 2004-2009, Komisi VIII
9. Anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia

Tanda Jasa:

1. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000
2. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003
3. Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001

sumber : http://www.dpr.go.id/id/profil/23/-Yoyoh-Yusroh,-S.Pdi

Kecelakaan, Anggota DPR dari FPKS Yoyoh Yusroh Meninggal Dunia

Cirebon - Anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh meninggal dunia. Politisi PKS tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Innalillahi.

"Iya meninggal di rumah sakit Plumbon, Cirebon setelah kecelakaan," kata politisi PKS yang juga staf ahli Menkominfo, Ahmad Mabruri, kepada detikcom, Sabtu (21/5/2011).

Kabar tewasnya Yoyoh diterima para pejabat PKS pukul 03.30 WIB dinihari. Menurut Mabruri, saat itu Yoyoh sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta.

"Beliau baru saja menghadiri wisuda anaknya di UGM. Dalam perjalanan pulang ada kecelakaan," tambahnya.

Di dalam mobil, terdapat suami dan anak-anak Yoyoh. Namun, kondisi mereka saat ini masih mendapat perawatan.

"Yang lain luka-luka. Jenazah sekarang masih di rumah sakit," imbuhnya

Yoyoh adalah salah seorang tokoh pendiri PKS. Wanita yang biasa disapa ustadzah Yoyoh ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.

Ibu dari 13 orang anak ini lahir di Tangerang, 14 November 1962. Dia menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi.

Yoyoh juga kini aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia

Sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.

Selamat jalan Ustadzah...
(mad/did)

sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/05/21/054011/1643750/10/kecelakaan-anggota-dpr-yoyoh-yusroh-meninggal-dunia

Kamis, 19 Mei 2011

Kasus PHK Karyawan Bakrie Life : Pemerintah Larang Pesangon Dibayar Pakai Surat Utang

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) melarang perusahaan membayarkan pesangon melalui instrumen surat utang. Sesuai aturan, pesangon harus dibayarkan secara tunai dan dalam jumlah yang penuh.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenakertrans Myra M. Hanartani kepada detikFinance, Kamis (19/5/2011).

"Kalau pesangon harus cash kontan, namanya juga pesangon, harus sekaligus dan cash," tegas Myra.

Myra mengaku belum mendapat laporan terkait kasus eks karyawan Bakrie Life yang mengajukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial Jakarta. Namun kata dia, langkah yang sudah dilakukan oleh eks karyawan Bakrie Life tersebut sudah tepat. "Saya kira memang pantas ke sana," katanya.

Menurutnya jika memang sistem pembayaran pesangon yang dilakukan manajemen Bakrie Life memakai surat utang, maka itu sudah menyalahi ketentuan. Meskipun ia mengakui dalam beberapa kasus pesangon dibayarkan tidak penuh karena alasan keuangan perusahaan namun tetap dalam koridor pembayaran secara tunai dan disepakati oleh karyawan.

"Memang kadang-kadang ada niat membayar dari perusahaan dengan cara dihutang, yaitu dibayar separuh ada juga. Kalau prinsip kita begitu ada PHK, pesangon dibayar tunai ketika kesepakatan jatuh," tegasnya.

Dikatakannya, dalam kasus Bakrie Life, masalah pembayaran pesangon dengan surat utang selain melanggar ketentuan juga tak memberikan kepastian kepada karyawan yang di PHK. Mengingat pesangon bertujuan untuk menopang kebutuhan ekonomi jangka pendek bagi karyawan yang di PHK.

"Kalau surat utang jatuh temponya 10 tahun bagaimana? bagaimana dengan sangu karyawan," katanya.

Seperti diketahui PT Asuransi Jiwa Bakrie atau Bakrie Life melakukan PHK secara sepihak terhadap sejumlah karyawannya. PHK itu juga menyalahi aturan karena pembayaran pesangonnya memakai surat utang.

"Bakrie Life melakukan PHK sepihak kepada para karyawannya dengan iming-iming pembayaran uang pesangon dan hak-hak lain yang seharusnya diterima dengan suatu surat utang (MSN)," ujar Redynal Saat, kuasa hukum dari Forum karyawan Bakrie Life Menggugat (FKBLM).

Redynal mewakili 17 karyawan Bakrie Life mulai dari level staf hingga vice president (VP) akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta pada Rabu (18/5/2011). Para karyawan tersebut memiliki masa kerja 5 hingga 20 tahun di Bakrie Life.

Dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, masalah pesangon diatur diantaranya pada pasal 156. Pada ayat (1) disebutkan alam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. (wdo/dnl)

sumber : http://www.detikfinance.com/read/2011/05/19/133034/1642466/5/pemerintah-larang-pesangon-dibayar-pakai-surat-utang

Dipecat Sewenang-wenang, Karyawan Gugat Bakrie Life

Jakarta - Karyawan PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) melakukan gugatan terhadap perusahaan asuransi milik grup Bakrie ini. Alasan gugatan adalah karena mereka merasa dipecat secara sewenang-wenang.

Kuasa Hukum Forum Karyawan Bakrie Life Menggugat (FKBLM) Redynal Saat mengatakan, Bakrie Life melakukan PHK sepihak kepada para karyawannya dengan iming-iming yang pesangon dan hak-hak lain yang seharusnya diterima dengan surat utang.

"Hal ini sungguh sudah sangat menciderai rasa keadilan para karyawan yang sudah mengabdi begitu lama di Bakrie Life. Iming-iming uang pesangon dengan suatu surat utang tidak ada yang bisa menjamin pembayarannya dan kapan akan dibayarkan," tutur Redynal dalam keterangan yang diterima detikFinance, Kamis (19/5/2011).

Seperti diketahui, beberapa tahun belakangan ini Bakrie Life menghadapi kemelut keuangan sehingga tidak mampu mengembalikan dana nasabah yang dikelolanya melalui berbagai produk investasi.

Menurut Redynal, kemelut dan berbagai masalah yang dihadapi oleh manajemen Bakrie Life ini pada akhirnya berdampak kepada para karyawan Bakrie Life. Para karyawan Bakrie Life yang telah bekerja dengan dediksi yang tinggi dan loyalitas yang tidak diragukan lagi selama belasan bahkan sampai puluhan tahun harus rela mengahadapi kenyataan Pemutusan Hubungan Kerja.

Redynal mengatakan, cara pembayaran uang pesangon dengan surat hutang ini merupakan cara-cara yang dipakai oleh Bakrie Life untuk mengindari kewajiban hukumnya terhadap para karyawan yang telah di-PHK dengan proses PHK yang bertentangan dengan hukum.

Dilanjutkan Redynal, para karyawan tetap yang telah bekerja belasan dan bahkan puluhan tahun di Bakrie Life dipaksa dan diiming-iming untuk menyetujui PHK dan menandatangani surat persetujuan PHK dengan dijanjikan akan dipekerjakan kembali dengan status karyawan kontrak.

"Awalnya jumlah karyawan yang tergabung dalam Forum Karyawan Bakrie Life Menggugat ini berjumlah puluhan orang, namun menyusut satu persatu dan menyisakan sekitar 17 orang. Susutnya jumlah karyawan yang memperjuangkan hak-haknya ini dikarenakan usaha-usaha dari Bakrie Life yang memberikan janji-janji palsu yang sampai detik ini justru tidak pernah terrealisasi," papar Redynal.

Karena itu maka pada 18 Mei 2011, Forum Karyawan Bakrie Life Menggugat melalui kuasa hukumnya Redynal Saat, S.H., Dody Firdaus, S.H. dan Tri Indra Waluyo, S.H. para Advokat dari FWS Advocates & Legal Consultant mendaftarkan gugatan mengenai perselisihan PHK terhadap Bakrie Life di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan register perkara No. 94/PHI.G/2011/PN.Jkt.Pst, tertanggal 18 Mei 2011.

Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir April 2011.

Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar, dan sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.(dnl/qom)

sumber :http://www.detikfinance.com/read/2011/05/19/103058/1642211/5/dipecat-sewenang-wenang-karyawan-gugat-bakrie-life?f990101mainnews

Parwati Surjaudaja: Sedikit Wanita di Top Management Bank

Menjadi bankir memang bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi, berkali-kali industri ini diterpa badai krisis. Namun, Parwati selalu percaya bahwa di setiap kesulitan itu pasti ada peluang. Tim Infobank

Kecintaan Parwati Surjaudaja pada dunia perbankan telah terpupuk sejak ia masih bersekolah. Cita-citanya semasa kecil, yaitu menjadi dokter anak dilepaskannya saat ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan jurusan akuntansi.

Menurutnya, akuntansi merupakan ilmu yang menjadi inti dari sebuah bisnis. Karena itu pula, setamat sekolah menengah atas (SMA), ia lebih memilih meneruskan pendidikannya pada jurusan akuntansi dan keuangan.

Sebelum terjun ke Bank NISP (sekarang Bank OCBC NISP), peraih gelar master of business administration dari San Frasisco University ini sempat bekerja di perusahaan konsultan SGV Utomo/Anderson Consulting sebagai senior consultant. Selepas dari SGV Utomo, wanita yang juga pernah mengikuti executive program di Columbia University, SESPIBI XVII Bank Indonesia pada 1992 ini lalu diminta membantu Bank NISP dengan diberi jabatan direktur.

Di bank yang dibangun oleh ayahnya, Karmaka Surjaudaja ini, Parwati membidangi audit, accounting & finance dan human resources. Pada 1997 posisinya kemudian naik menjadi wakil presiden direktur.

Saat OCBC masuk ke dalam kepemilikan Bank NISP yang kemudian mengubah nama bank ini menjadi Bank OCBC NISP, terjadilah perombakan direksi. Saat itu Karmaka Surjaudaja yang menjadi Presiden Komisaris Bank NISP pensiun. Posisinya digantikan Pramukti Surjaudaja, kakak Parwati, yang pada saat itu menjabat sebagai presiden direktur.

Pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), akhir 2008, diputuskan bahwa Parwatilah yang kemudian tampil menggantikan posisi Pramukti sebagai presiden direktur bank tersebut.

Saat remaja Parwati mengaku tidak pernah sempat berpikir bahwa dirinya akan bekerja di bank. Apalagi bankir wanita saat itu masih sangat jarang dijumpai. Berbeda dengan saat ini ketika sudah banyak bankir wanita yang tampil sebagai pentolan di beberapa bank.

Namun, wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat, 45 tahun yang lalu ini tidak lantas ciut nyalinya untuk berkarier sebagai bankir wanita. Kini ia bahkan merupakan sedikit dari wanita yang berada di top management sebuah bank. Prinsipnya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau kita mau berusaha.

Menjadi bankir, menurutnya, memang bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi, berkali-kali industri ini diterpa badai krisis. Namun, Parwati selalu percaya bahwa di setiap kesulitan itu pasti ada peluang. Mengutip petuah sang ayah, wanita yang suka tampil sederhana ini menganggap bahwa kesulitan merupakan proses untuk bisa naik kelas.

“Saya sudah diimunisasi dari kecil. Ibu saya mengajarkan, setiap ada masalah itu pokoknya harus bisa diselesaikan. Etika moral attitude itu paling utamanya,” tutur Parwati mengenang apa yang diajarkan orang tuanya.

Kepada karyawannya, ia pun selalu berpesan bahwa apa pun yang dilakukan, harus untuk kepentingan perusahaan terlebih dahulu, bukan untuk kepentingan kelompok, apalagi kepentingan pribadi. Kalau sudah kepentingan kelompok atau pribadi, maka etika maupun moral akan terganggu.

Wanita yang memotivasi dirinya untuk selalu bekerja sebaik mungkin untuk hasil yang terbaik dan menerima apa pun hasilnya ini juga selalu mengingatkan bahwa untuk bisa maju bersama, maka semua harus menggulung kemeja dan bekerja bersama-sama.

Sebagai orang pertama di Bank OCBC NISP yang juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, diakui Parwati menjadi sebuah beban yang harus mampu ia siasati. Apalagi, ia menyadari betul kesibukannya telah mengurangi waktu kebersamaan dengan keempat anaknya.

Karenanya, saat ada waktu luang, ia lebih banyak bersama keluarga. Saat mengisi liburan, ia dan keluarganya sering mengunjungi tempat wisata baru untuk mempelajari budaya dan alamya. “Kami juga suka wisata kuliner dengan mencicipi berbagai makanan khas di tempat yang kami datangi. Itu hal yang sangat menyenangkan,” akunya. (*)

sumber : http://www.infobanknews.com/2011/05/parwati-surjaudaja-sedikit-wanita-di-top-management-bank/

Zulkifli Zaini Pimpin Ikatan Bankir Indonesia

Pengurus IBI baru setelah ditinggal Agus D.W. Martowardojo sebagai Menteri Keuangan akhirnya terbentuk. Diharapkan, dalam kepengurusan IBI ini bisa mengajak para bankir di daerah. Rully Ferdian

Jakarta–Rapat tim formatur yang bertugas memilih ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) akhirnya memutuskan Direkrut Utama PT Bank Mandiri Tbk, Zulkifli Zaini, sebagai ketua IBI periode 2011-2015.

“Rapat Formatur sudah menetapkan pengurus baru IBI yang akan berlaku efektif pada 1 Juni 2011,” kata Tim Formatur Sigit Pramono, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 19 Mei 2011.

Sigit yang juga Ketua Umum Perbanas ini juga mengatakan, nama-nama baru yang menjadi pengurus IBI antara lain, Gatot M. Suwondo, Yuslam Fauzi, Herman Halim, Joko Suyanto, Armand B. Arief, Achmad Baiquni, Sugiharto, Parwati Surjaudaja, Mirza Adityaswara, Evi Firmansyah, Sentot A. Sentausa, Jeffry Wurangian, Adi Setianto, Fransisca Oey, Eko B. Supriyanto, Dhalia Ariotedjo, Maryono, Asmawi, dan Rita Mirasari.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I: Jahja Setiaatmadja, Wakil Ketua II: Eko Budiwijono, Sekjen: Iqbal Latanro, Wakil SekjendL Tri Joko, Bendahara: Ahdi J. Luddin, Wakil Bendahara: Danny Hartono, Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Advokasi: Ogi Prastomijono, Ketua Bidang Riset Pengkajian dan Publikasi: Irwan Habsah, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Profesi: Herwidayatmo, Ketua Bidang Komunikasi: Winny Erwindia, Ketua Bidang Sosial dan Olahraga: Bambang Setiawan. (*)

sumber : http://www.infobanknews.com/2011/05/zulkifli-zaini-pimpin-ikatan-bankir-indonesia/

Rabu, 18 Mei 2011

Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi

Islamedia - Ini berita yang dimuat di detik.com tahun 2008, yang masih saya simpan dengan rapi karena sangat menarik.

Sonny Graham, setelah menderita penyakit jantung kronis mendapatkan donor transplantasi jantung dari Terry Cottle, pria 33 tahun yang tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya. Operasi ini berjalan sukses, 12 tahun yang lalu.

Tak berapa lama, Graham menghubungi pihak badan donor organ, ia ingin mengucapkan terima kasih pada pihak keluarga donor. Dia lalu mendapatkan alamat keluarga Cottle. Graham menulis surat untuk janda Cottle, Cheryl (39). Tak berapa lama kemudian mereka saling jatuh cinta dan menikah pada tahun 2004. Mereka tinggal di Georgia, AS.

Dalam artikel di koran tahun 2006, Graham bercerita bahwa ia merasakan kedekatan instan yang tak biasa saat bertemu Cheryl.

”Saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Saya tak bisa memalingkan pandangan saya darinya. Saya terus menatapnya,” tutur Graham, 69 tahun.

Tapi sekarang, kehidupan Cheryl kembali mengalami tragedi. Graham yang telah menjadi suaminya, melakukan hal yang persis sama dilakukan mendiang suaminya dulu, Cottle. Graham tewas bunuh diri! Dengan pistol, dia menembak kepalanya sendiri, persis sama yang dilakukan Cottle.

Kematian Graham sangat membingungkan teman-temannya. Mereka tidak melihat tanda2 depresi pada Graham sebelum kematiannya.

Menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.
So what?

Apa yang menyebabkan Graham meniru persis tindakan Cottle?

Karena pada sel-sel jantung yang dia dapat dari Cottle telah ada rekam jejak perilakunya dari awal hidup hingga akhir hayatnya, termasuk cara dia menghabisi nyawanya sendiri. Memori pada sel2 jantung ini yang tetap bekerja pada tubuh Graham, sehingga dia langsung mencintai Terry, menikahinya, lalu meninggal dengan cara yang persis sama seperti pemilik jantung aslinya.

Seluruh sel tubuh kita ibarat hard disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja. Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu (yang saya sebagai orang awam programming tentu tak paham).

Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah.

Ah, memang keburukan, selalu meninggalkan bekas yang tak hilang!

Seperti riwayat yang terkenal tentang seorang sholeh dengan anaknya. Si anak yang bengal, membuat sang ayah bersedih hati. Setiap satu kemaksiatan yang dilakukan anaknya dia tancapkan paku di tembok rumahnya. Dia terus berdoa dan berupaya agar suatu saat anaknya bertaubat.

Syahdan, Allah membukakan pintu hati si anak. Dia mulai menginsyafi kesalahannya. Pelan-pelan dia mencoba memperbaiki diri dengan kebaikan, Sang ayah yang bahagia melihat perubahan perilaku anaknya, bertahap mencabuti paku di tembok. Setiap satu perbuatan baik dilakukan anaknya, dicabutlah 1 paku dari tembok. Begitu seterusnya, hingga paku-paku di tembok tercabuti semua, karena si anak banyak melakukan perbuatan baik.

Akan tetapi, meski paku telah tercabut semua, si anak tetap saja bersedih. Sang ayah yang heran kenapa anaknya tetap saja bersedih, bertanya,”Bukankah seluruh paku telah tecabut semua anakku? Bukankah kebaikan yang kau tabung telah menghapus keburukan-keburukanmu dulu?”
Si anak menjawab masgul, ”Betul ayah. Memang paku-paku keburukan itu telah tercabut semua. Namun lihatlah ayah, tembok bekas tempat tertancapnya paku2-paku tadi, kini menjadi berlubang-lubang, tidak mungkin bisa indah dan halus lagi seperti semula. Bekas kelakuan burukku, tak kan pernah terhapus,

Ayaaaahh.. ”

Masihkah kita tak menyadari hal ini? Bahwa keburukan tetap berbekas, sungguh pun usaha untuk menutupinya dengan kebaikan akan terus coba diupayakan? Apalagi jika tanpa ditutup dengan kebaikan, Astaghfirullah...., akan seperti apa persaksian untuk kita di hari pengadilan nanti?

Teringat saya dengan syair lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye:

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
dijalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
Hamba-Mu yang hina
Duhai, terbayang betapa malunya saat borok-borok diri dibuka satu-persatu di depan umat manusia sejagad. Tak cukup tangan dan kaki yang menjadi saksi dari kenistaan diri, tapi juga rambut, perut jemari, telinga,kuku.. .. semua anggota tubuh, hingga sel-sel yang bermilyar2 itu. Mereka dengan gemuruh akan berkata, bersumpah tentang apa yang telah mereka lakukan. Dan mulut pun terkunci tak mampu menyangkalnya.

Tangan yang berani menjamah atau mengambil sesuatu yang haram baginya, kaki yang berani melangkah ke tempat maksiat, telinga yang terbiasa mendengarkan gunjingan, gosip atau hiburan yang merusak hati, mata yang terbiasa melihat aurat orang lain diumbar, perut yang tidak lagi mampu menyeleksi mana makanan haram mana halal, jemari yang memberikan kesaksian palsu lewat tulisan atau tanda tangan, lintasan hati yang gak keruan atau menduakan cintaNya....semua! Semua bagian tubuh, hingga sel-sel tubuh yang terkecil sekalipun, akan berlomba-lomba memberikan kesaksiannya. Astaghfirullah...

Robbana dzolamnaa anfusana, wainlam taghfirlanaa
watarhamnaa lanakuu nanna minal khoosiriin

~Pamulang, 21 April 2011

Mukti Amini

Perbankan Nasional Catat Laba Rp18,31 Triliun pada Triwulan I 2011

Penurunan beban operasional sebesar 23,23% dibandingkan tahun sebelumnya selama triwulan satu 2011, dan peningkatan pendapatan non operasional mencapai 44,18%, membuat perbankan nasional mampu mencetak laba Rp18,31 triliun. Paulus Yoga

Jakarta–Selama triwulan satu 2011, perbankan nasional membukukan laba sebesar Rp18,31 triliun, meningkat sebesar 20,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,17 triliun.

Berdasarkan statistik perbankan Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), Rabu, 18 Mei 2011, peningkatan laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan non operasional dan penurunan beban operasional.

Pada pendapatan non operasional terjadi peningkatan 44,18% dari Rp26,02 triliun pada akhir Maret tahun lalu menjadi Rp37,52 triliun pada akhir Maret 2011. Sementara itu beban operasional menurun 23,23% menjadi Rp80,76 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp105,2 triliun.

Statistik juga menunjukan pendapatan operasional perbankan nasional mengalami penurunan 23,93% menjadi Rp94,9 triliun pada triwulan satu 2011 bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp117,62 triliun.

Dari sisi intermediasi, oustanding penyaluran kredit pada triwulan satu 2011 mencapai Rp1.814,84 triliun, meningkat 24,63% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1.456,11 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp2.351,35 triliun, tumbuh sebesar 18,61% dibandingkan dengan triwulan satu 2010 yang sebesar Rp1.982,26 triliun.

Kinerja pengumpulan dana masyarakat dan penyaluran kredit itu menghasilkan tingkat loan to deposit ratio (LDR) mencapai 76,83%, naik dari Maret 2010 yang sekitar 73,46%.

Sehingga, total aset perbankan Indonesia hingga Maret 2011 mencapai Rp3.065,82 triliun, naik 19,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2.563,66 triliun. (*)

sumber : http://www.infobanknews.com/2011/05/perbankan-nasional-catat-laba-rp1831-triliun-pada-triwulan-i-2011/

Laba bersih UOB Buana kuartal I turun 14,9%

JAKARTA: Laba bersih PT Bank UOB Buana pada kuartal I/2011 atau pascapenggabungan (merger) dua entitas, turun 14,9% menjadi Rp189,58 miliar dibandingkan dengan Rp222,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

UOB Buana merupakan bank hasil merger UOB Indonesia dan Bank Buana.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2011 yang dipublikasikan hari ini, penurunan laba bank milik UOB Singapura itu disebabkan naiknya beban operasional selain bunga sebesar Rp455,86 miliar dari sebelumnya Rp401,55 miliar.

Adapun pos pendapatan selain bunga menyusut dari Rp221,16 miliar menjadi Rp212,64 miliar.

Pendapatan bunga bersih perseroan naik tipis dari Rp469,73 miliar menjadi Rp487,35 miliar, seiring dengan peningkatan beban bunga.

Namun, laba bersih bank itu sebelum penggabungan masih mencatatkan pertumbuhan positif menjadi Rp189,58 miliar dibandingkan dengan sebelumnya Rp140,43 miliar.

Tingginya pertumbuhan dana mendorong rasio pembiayaan terhadap dana menyusut menjadi 92,3% dari sebelumnya 94,09%. Adapun, rasio kredit bermasalah gross turun tipis menjadi 2,45% dari sebelumnya 2,92%.

Namun, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional melonjak menjadi 76,59% dari sebelumnya 70,14%. (hendri t. asworo/yes)

sumber : http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/05/laba-bersih-uob-buana-kuartal-i-turun-149/

PermataBank Hadirkan Mobile Branch


Mobile Branch hadir untuk melengkapi jumlah cabang yang saat ini berjumlah 280 cabang dan ATM yang saat ini berjumlah 633 buah. Kehadiran Mobile Branch ini juga untuk mendekatkan layanan kepada nasabah. Rully Ferdian

Jakarta–PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) menghadirkan Mobile Branch, mobil yang dilengkapi layanan PermataATM dan sarana transaksi bank lainnya untuk melakukan seluruh transaksi penarikan uang tunai, transfer, setoran tunai, cek dan giro, pembayaran, pembelian, registrasi dan lainnya secara online real time.

Direktur Retail Banking PermataBank Lauren Sulistiawati mengatakan, kehadiran Mobile Branch ini adalah untuk mendekatkan layanan kepada nasabah dan menjangkau lokasi-lokasi, dimana PermataBank belum memiliki cabang.

“Konsep Mobile Branch mengusung “Bank for You and Your Family”, melalui Mobile Branch layanan perbankan kami wujudkan dengan kesiapan dalam melayani dan memberikan segala kebutuhan keuangan bagi nasabah dan keluarganya yang ingin melakukan transaksi perbankan. Mobile Branch kami tempatkan di lokasi strategis untuk menjangkau nasabah,” kata Lauren, saat peluncuran layanan ini di PermataBank Bintaro, Tangerang, Banten, Rabu, 18 Mei 2011.

Mobile Branch hadir untuk melengkapi jumlah cabang yang saat ini berjumlah 280 cabang dan ATM yang saat ini berjumlah 633 buah. PermataBank terhubung dengan lebih dari 37,000 ATM melalui jaringan ATM Bersama, ALTO dan Prima. Dengan kehadiran Mobile Branch ini diharapkan nasabah akan dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam melakukan transaksi perbankan. (*)

sumber : http://www.infobanknews.com/2011/05/permatabank-hadirkan-mobile-branch/